GUNUNGAN – Pemerintah Desa Gunungan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Penanganan Penurunan Stunting (TPPS) bersama Rumah Desa Sehat (RDS) pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi ajang konsolidasi penting dalam memperkuat sinergi penanganan masalah kesehatan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Rakor ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Gunungan (Widi Hastuti) beserta jajaran perangkat desa. Turut hadir Ketua TPPS Desa Gunungan (Yostina Erny Widyastuti) kader PPKBD, Sub PPKBD, KPM, serta Kader Kesehatan Desa Gunungan. Pembinaan dan pengawalan program juga diperkuat oleh kehadiran Pendamping Desa Kecamatan Manyaran (Hidayat Ichsanudin) serta Bidan Desa Gunungan (Dewi Puspitasari).

Dalam kesempatan tersebut, Bidan Desa Gunungan (Dewi Puspitasari) memaparkan data terkini kondisi kesehatan di wilayahnya. Dari total 236 balita di Desa Gunungan, tercatat ada 34 balita yang berisiko stunting. Sementara itu, dari 24 ibu hamil yang ada, sebanyak 9 orang tergolong ibu hamil berisiko akibat Kurang Energi Kronis (KEK) dan beberapa diantaranya memiliki riwayat anemia.

Untuk merespon kondisi tersebut, Puskesmas setempat menyiapkan program intervensi berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita yang akan dijalankan selama 120 hari bagi 34 balita berisiko stunting tersebut.

Selain memaparkan data, Dewi Puspitasari memberikan imbauan penting terkait pola pengolahan makanan sehat di rumah tangga. Ia mengingatkan agar warga tidak mencampurkan garam saat proses memasak sedang berlangsung. “Garam sebaiknya ditaburkan setelah sayur matang dan diangkat agar kadar yodiumnya tidak rusak oleh suhu panas,” paparnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika para kader kesehatan menyampaikan berbagai kendala dan permasalahan lapangan yang terjadi di wilayah posyandu masing-masing. Menanggapi dinamika tersebut, Pendamping Desa Kecamatan Manyaran memberikan masukan strategis terkait penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Hidayat mendorong pengoptimalan potensi lokal melalui pengelolaan sampah desa, pemanfaatan sampah menjadi bio solar, hingga ide kreatif pemanfaatan galon bekas untuk tempat menanam sayuran.

Melalui rakor ini, Pemerintah Desa Gunungan berharap seluruh elemen kader dan masyarakat dapat bergerak secara terpadu, tidak hanya dalam mengentaskan stunting dan menjaga kesehatan ibu-anak, tetapi juga dalam membangun kemandirian ekonomi serta kelestarian lingkungan desa.(RNU)