GUNUNGAN – Pemerintah Desa Gunungan berkomitmen penuh dalam memperkuat sektor pangan tingkat lokal. Melalui pemanfaatan Dana Desa untuk program ketahanan pangan, pemerintah desa bersama kelompok tani dan masyarakat setempat sukses menggalakkan program penanaman berbagai jenis sayur-sayuran, buah, dan tanaman bernutrisi tinggi.Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan tidur dan pekarangan warga menjadi area pertanian produktif. Langkah tersebut diambil sebagai strategi jangka panjang dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, sekaligus menekan pengeluaran belanja rumah tangga masyarakat Desa Gunungan.Kepala Desa Gunungan menyatakan bahwa jenis sayuran hortikultura yang ditanam meliputi kangkung, bayam, sawi, cabai, dan terong.

Pemilihan komoditas ini didasarkan pada masa panen yang relatif cepat dan tingkat konsumsi yang tinggi di masyarakat. Selain menanam di lahan kas desa, warga juga diedukasi untuk memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing dengan media tanam yang sederhana namun efektif.”Kami ingin memastikan setiap keluarga di Desa Gunungan memiliki akses mandiri terhadap bahan pangan yang sehat dan bergizi. Dengan menanam sendiri apa yang kita makan, kita tidak hanya menghemat biaya dapur tetapi juga membangun kemandirian ekonomi dari tingkat rumah tangga,” ujar Kepala Desa.Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga, hasil panen sayuran yang melimpah ini nantinya direncanakan untuk didistribusikan ke pasar lokal guna membantu meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Program ini juga diintegrasikan dengan pemenuhan gizi balita guna mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah desa.Masyarakat menyambut baik inisiatif ini. Keterlibatan aktif kelompok wanita tani (KWT) dan pemuda desa menjadi kunci keberhasilan program. Ke depan, Pemerintah Desa Gunungan berharap program ketahanan pangan nabati ini dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi desa-desa sekitar dalam menciptakan kedaulatan pangan yang tangguh.